Dekonstruksi Mitos Mutu dalam Perspektif Teologi Pendidikan Agama Kristen: Akreditasi sebagai "Berhala Baru" di Perguruan Tinggi

Skivo Reiner Watak, Merdiati Marbun

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis fenomena akreditasi pendidikan tinggi yang mengalami pergeseran fungsi dari instrumen penjaminan mutu menjadi tujuan institusional yang dominan. Melalui lensa Teologi Pendidikan Agama Kristen dan paradigma kritis, penelitian ini menganalisis bagaimana sistem akreditasi beroperasi dalam kerangka performativitas, rasionalitas instrumental, dan hiperrealitas. Analisis teoritik memanfaatkan perspektif Stephen J. Ball tentang performativitas, Max Weber mengenai rasionalitas instrumental, serta Jean Baudrillard tentang hiperrealitas, yang kemudian didialogkan dengan prinsip-prinsip teologis mengenai idolatri dan panggilan pelayanan akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik akreditasi kontemporer mendorong fabrikasi administratif yang mengkomodifikasi mutu pendidikan serta memicu alienasi pendidik dari tugas pastoral-akademiknya. Predikat akreditasi berpotensi menjadi "berhala baru", yakni ketika instrumen buatan manusia mendominasi orientasi institusi dan menggeser tujuan luhur formasi spiritual serta pembentukan karakter Kristiani. Artikel ini merekomendasikan transformasi evaluasi menuju model berbasis kepercayaan (trust-based evaluation) dan kolegialitas, guna mengembalikan kebebasan akademik dan fungsi perguruan tinggi Kristen sebagai ruang pencarian kebenaran Ilahi.

Keywords

Akreditasi; Teologi Pendidikan Agama Kristen; Performativitas; Hiperrealitas; Idolatri; Kebebasan Akademik.

References

S. R. Watak, “PENGEMBANGAN LITERASI DARI UKIP UNTUK PAPUA,” vol. 2, no. 2, hal. 71–79, 2024.

D. F. Rantesalu, “Pembentukan Karakter Remaja Dalam Gereja dan Pendidikan Masa Modern”.

S. R. Watak dan D. S. Tjandra, “Transformasi Manajemen Strategis Kurikulum : Integrasi MBKM Dan Outcome-Based Education,” vol. 02, no. 02, hal. 185–195, 2026.

Tim Rendaks, Undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Republik Indonesia No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, (Jakarta: Trasmedia Pustaka. 2019.

S. J. Ball, “The teacher ’ s soul and the terrors of performativity,” vol. 18, no. 2, hal. 215–229, 2003, doi: 10.1080/0268093022000043065.

D. A. Widodo dan Rofi’ah, “Penyalahgunaan Minuman Keras Pada Remaja (Studi Kasus Di Kp. Bulak Amah Kelurahan Mekarwangi),” Manif. J. Gagasan Komunikasi, Polit. dan Budaya, vol. 1, no. 1, hal. 39–46, 2023.

D. S. Tjandra, Diktat manajemen strategis dan sistem pendidikan. 2026.

K. Lynch, “Critical Studies in Education Control by numbers : new managerialism and ranking in higher education,” no. July, 2015, doi: 10.1080/17508487.2014.949811.

M. Sauder dan W. N. Espeland, “The Discipline of Rankings : Tight Coupling and Organizational Change,” vol. 74, hal. 63–82, 2009.

E. a. Fiantika, Wasil M, Jumiyati, Honesti, Wahyuni, Jonata, Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif, no. Maret. 2022.

L. N. Hakim, “Ulasan Metodologi Kualitatif: Wawancara Terhadap Elit,” Aspirasi, vol. 4, no. 2, hal. 165–172, 2013.

R. D. Montang, “The Holy Bible as the Word of God,” vol. 104, no. 3, hal. 1–13, 2023.

Syarifuddin, jamaluddin Bata Ilyas, dan A. Sani, “Pengaruh Persepsi Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Pada Kantor Dinas Di Kota Makassar,” Bata Ilyas Educ. Manag. Rev., vol. 1, no. 2, hal. 51–56, 2021.

N. V. Leuwol, S. R. Watak, dan F. Solissa, “A Model of Christian Family Custody in South West Papua Province,” hal. 567–577, 2025.

J. Anthoni, S. R. Watak, dan L. D. M. Renhoar, “PENTINGNYA PERAN PEMUDA GEREJA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS IMAN,” NERIA, vol. 2, no. 2, 2024, doi: 10.56942/jurnalneria.v2i2.245.

Article Metrics

Abstract view : 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.